Bandar Lampung – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, menegaskan bahwa dalam kepemimpinannya, seluruh proses dan kebijakan harus berjalan sesuai sistem dan peraturan yang berlaku. Ia menyatakan bahwa Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) tahun ini dilaksanakan secara murni tanpa permainan atau intervensi pihak manapun.
“SPMB tahun ini benar-benar murni, tidak ada permainan. Semua berjalan sesuai dengan sistem yang ada,” tegas Thomas.
Ia juga menambahkan bahwa dirinya akan mengambil tindakan tegas jika ditemukan penyimpangan di lapangan.
“Saya akan melakukan bersih-bersih jika ada laporan yang menyimpang dari sistem atau peraturan. Dalam kepemimpinan saya, semua harus mengikuti aturan yang berlaku. Bila menemukan pelanggaran, segera laporkan,” jelasnya.
Terkait persoalan guru honorer, Thomas menyampaikan komitmennya dalam memperjuangkan nasib 400 guru honorer yang tergabung dalam Aliansi R4. Para guru tersebut hingga kini masih menanti kepastian masuk dalam database Badan Kepegawaian Negara (BKN), yang menjadi syarat awal untuk pengangkatan sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
“Mereka ini sangat diperlukan. Mereka membantu perkembangan sekolah melalui proses mengajar. Saya sudah menegaskan, guru-guru honorer tidak boleh diberhentikan. Surat edaran terkait hal ini pun sudah saya keluarkan,” ujar Thomas dalam wawancara dengan Reporter Alifnews, Selasa sore, 9 Juli 2025.









