METRO-Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang metro mempertanyakan Transparansi hasil seleksi CAT yang dimana permohonan untuk membuka hasil seleksi tes panitia pengawas kecamatan ditolak.
HMI Cabang Metro kini telah melaporkan masalah tersebut ke Komisi Informasi Publik (KIP) Provinsi Lampung.
Ketua HMI Cabang Metro, Chairul Aji Bangsawan mengatakan, bahwa langkah tersebut diambil pihaknya karena hasil seleksi tes CAT panitia pengawas kecamatan yang dilakukan Bawaslu Kota Metro diduga sangat tidak transparan. Kurangnya transparansi tersebut sehingga menimbulkan pertanyaan dari semua pihak.
“Untuk itu HMI Cabang Metro mengajukan permohonan penyelesaian sengketa ke Komisi Informasi Lampung, karena hasil kajian kami nilai-nilai hasil tes Panwascam sebaiknya dibuka saja ke publik. Karena informasi itu kami nilai tidak merugikan dan membahayakan negara atau mengganggu kinerja-kinerja Bawaslu,” katanya, selasa (3/1/2023).
Chairul juga menceritakan dimana sebelum melaporkan ke KIP, pihaknya telah berulang kali menyurati pihak Bawaslu Kota Metro, namun ditolak dengan dalih data tersebut merupakan informasi yang dikecualikan.
“HMI Cabang Metro beberapa waktu yang lalu juga sudah mengirimkan permohonan pada tanggal 20 Oktober 2022, tetapi surat permohonan informasi kami ditolak oleh Bawaslu dengan dalih bahwa nilai-nilai hasil perekrutan panwascam adalah informasi yang dikecualikan berdasarkan surat penetapan PPID bawaslu RI ter tanggal 21 Oktober 2022,” jelasnya.
Oleh karena itu, pihak HMI selanjutnya mengajukan permohonan keberatan ke Bawaslu, tetapi oleh Bawaslu tetap tidak membuka informasi itu ke publik. Padahal informasi itu penting agar masyarakat dapat tahu integritas dari anggota-anggota Panwascam yang terpilih.
“Sehingga bisa menjaga integritas Bawaslu itu sendiri, bahwa mereka benar-benar telah melakukan perekrutan panwascam dengan baik dan benar,” tambahnya.
Disini juga saya merasakan adanya permainan dalam seleksi CAT kemudian informasi terkesan tertutup dan langsung muncul pengumuman enam nama peserta utama lolos CAT.
“Seharusnya jika data hasil kelulusan yang dikirim itu transparan, masyarakat akan lebih percaya pada integritas proses perekrutan tersebut. Karena seleksi CAT adalah metode seleksi yang menggunakan komputer untuk mencapai tingkat minimum kualifikasi dasar. Sebaiknya berdasarkan hasil dari mereka yang dinyatakan lulus harus menyertai nilai tes CAT, pasca saat diumumkan,” terangnya.
Dia juga menambahkan bahwa berkas laporan yang dikirimkan ke KIP telah dinyatakan lengkap. Ia juga menyebut bahwa KIP akan memproses perkara sengketa informasi tersebut hingga ke persidangan.
“Berkas sudah kami kirimkan ke KIP dan berkas telah dinyatakan lengkap dan diterima. Kemudian dalam bulan Januari ini KIP akan segera memproses dan disidangkan. Kita ingin proses demokrasi ini berjalan dengan baik karena tahun 2024 adalah pemilu serentak, bagaimana proses demokrasi tersebut dapat menghasilkan demokrasi yang bermartabat bila proses perekrutan penyelenggaranya saja sangat diragukan integritasnya,” ucapnya









