
Pengukuhan kepengurusan ini berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Lampung Nomor: G/869/B.02/HK/2024, dengan susunan pengurus sebagai berikut:
- Ketua: Iskandar Zulkarnain
- Wakil Ketua I: Asep Abdul Basit
- Wakil Ketua II: Komarunizar
- Wakil Ketua III: Indriani Dewi Avitoningsih
- Wakil Ketua IV: Luqmanul Hakim
Turut hadir dalam acara tersebut, Pimpinan Baznas RI, Prof. Nadratuzzaman Hosen, serta pejabat pemerintah dan tokoh masyarakat lainnya. Momentum ini menjadi panggung utama bagi Baznas Provinsi Lampung untuk mempertegas visinya sebagai lembaga yang lebih profesional, inklusif, dan dekat dengan masyarakat.
Samsudin: Baznas Harus Lebih Modern dan Merangkul Generasi Muda
Dalam sambutannya, Pj. Gubernur Samsudin memberikan apresiasi kepada kepengurusan baru Baznas Lampung. Ia menekankan bahwa pengelolaan zakat yang baik tidak hanya bergantung pada keahlian teknis, tetapi juga inovasi dalam menjangkau lebih banyak masyarakat.
“Saya percaya, Pak Iskandar beserta para wakilnya adalah tim yang profesional dan mumpuni untuk membawa Baznas ke arah yang lebih maju. Namun, tantangan terbesar Baznas adalah bagaimana merangkul lebih banyak masyarakat, terutama Generasi Z dan Milenial, untuk peduli pada zakat,” tegas Samsudin.
Lebih lanjut, Samsudin menggarisbawahi pentingnya pendekatan modern dalam mengelola lembaga zakat. Ia menantang Baznas untuk lebih aktif melakukan survei dan komunikasi yang strategis. “Coba survei di kalangan Gen Z, apakah mereka tahu tentang Baznas? Kalau banyak yang tidak tahu, berarti sosialisasi kita kurang efektif,” ujarnya.
Transformasi Baznas: Dari Lembaga Keagamaan ke Pelopor Sosial
Samsudin juga mendorong Baznas untuk keluar dari zona nyaman. Ia menyarankan agar lembaga ini mulai bergerak di luar lingkup lembaga keagamaan, memperluas jangkauan hingga ke lembaga pendidikan, organisasi sosial masyarakat, dan komunitas muda.
“Baznas adalah lembaga yang tidak hanya mengelola zakat, tapi juga harus menjadi penggerak sosial. Mulailah menjangkau lebih banyak pihak, sehingga masyarakat memahami bahwa zakat bukan hanya kewajiban, tapi juga solusi untuk pemberdayaan,” kata Samsudin.
Ia menekankan bahwa pendekatan inovatif dan digital harus menjadi prioritas Baznas ke depan. “Baznas harus lebih adaptif dengan zaman, seperti memanfaatkan teknologi digital untuk layanan zakat yang cepat, mudah, dan transparan.”
Tantangan dan Harapan untuk Kepengurusan Baru
Momentum pengukuhan ini tidak hanya menjadi awal baru bagi Baznas Lampung, tetapi juga membawa tantangan besar. Samsudin berharap Baznas mampu memperluas jangkauan dan membangun kepercayaan masyarakat dalam menyalurkan zakat, infaq, dan sedekah.
“Zakat adalah salah satu instrumen penting untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, keberhasilannya bergantung pada sejauh mana Baznas mampu menjangkau masyarakat dan memastikan distribusi zakat tepat sasaran,” jelas Samsudin.
Selain itu, Pj. Gubernur meminta agar Baznas terus meningkatkan inovasi program yang menyasar kebutuhan masyarakat, seperti pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan bantuan sosial. “Baznas tidak boleh sekadar menjadi lembaga pengumpul zakat, tetapi juga pelopor perubahan sosial,” tutupnya.
Baznas dan Masa Depan Lampung
Baznas, sebagai lembaga non-pemerintah yang bertugas mengelola zakat, memegang peran vital dalam membangun kesejahteraan masyarakat Lampung. Dengan susunan kepengurusan baru dan arahan yang jelas dari pemerintah, diharapkan Baznas Lampung mampu menghadirkan pendekatan yang lebih modern dan inklusif.
Dalam dunia yang terus berkembang, Baznas dituntut untuk menjadi lebih adaptif, profesional, dan inovatif. Kini, tantangannya adalah bagaimana membangun koneksi yang kuat dengan generasi muda, meningkatkan kepercayaan publik, dan menjadikan zakat sebagai bagian integral dari solusi sosial di Lampung.
baru, Baznas Lampung diharapkan dapat menciptakan inovasi yang relevan dengan kebutuhan zaman. Merangkul Generasi Z, meningkatkan digitalisasi, dan memperluas jangkauan sosial adalah langkah penting untuk memastikan zakat tidak hanya menjadi kewajiban, tetapi juga kekuatan transformasi bagi masyarakat Lampung.
“Inilah saatnya Baznas Lampung membuktikan bahwa zakat adalah instrumen yang kuat untuk membangun kesejahteraan dan keadilan sosial,” pungkas Samsudin.









