INDOPARAMETER – Metro, Dalam upaya mencegah dampak buruk banjir akibat curah hujan yang tinggi, Polres Metro Polda Lampung meningkatkan patroli rutin dengan fokus pada pemantauan debit air di irigasi dan sungai yang ada di wilayah Kota Metro. Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi dini untuk melindungi masyarakat dari ancaman banjir yang dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama di musim penghujan ini.
Kapolres Metro, AKBP Heri Sulistyo Nugroho, S.IK, M.IK, mengungkapkan bahwa pihaknya telah memberikan instruksi khusus kepada Kasat Lantas dan Kasat Samapta untuk menjadikan pemantauan debit air sebagai prioritas dalam patroli rutin. Selain itu, ia juga meminta para Kapolsek di seluruh jajaran Polres Metro untuk mengerahkan personel Bhabinkamtibmas agar aktif memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya banjir dan langkah pencegahannya.
“Kami sudah mengarahkan Kasat Lantas dan Kasat Samapta untuk secara rutin memantau debit air di irigasi maupun sungai selama patroli. Kepada para Kapolsek juga sudah disampaikan untuk melibatkan Bhabinkamtibmas dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya banjir dan pentingnya menjaga lingkungan,” ujar Kapolres, Sabtu (25/01/2025).
Respons Cepat Terhadap Bencana
Langkah ini diambil menyusul insiden banjir yang melanda wilayah Metro Barat beberapa waktu lalu. Intensitas hujan yang tinggi dan berlangsung lama menjadi penyebab utama kenaikan debit air di berbagai saluran irigasi dan sungai. Dengan pemantauan intensif ini, Polres Metro berharap dapat mendeteksi potensi banjir lebih awal sehingga tindakan pencegahan dapat segera dilakukan.
“Kondisi cuaca saat ini sangat tidak menentu. Hujan lebat bisa terjadi kapan saja. Oleh karena itu, kami juga meminta masyarakat untuk lebih waspada dan aktif menjaga lingkungannya,” tambah Kapolres.
Pantauan Langsung ke Titik-Titik Rawan
Dalam pelaksanaannya, anggota Polres Metro turun langsung ke sejumlah lokasi yang dianggap rawan, seperti saluran irigasi utama, sungai besar, dan kawasan dengan tingkat drainase rendah. Petugas memantau secara detail debit air dan melaporkan hasilnya ke posko induk untuk tindakan lanjutan.
Tidak hanya itu, sosialisasi juga dilakukan kepada masyarakat yang tinggal di dekat aliran sungai dan irigasi. Warga diimbau untuk tidak membuang sampah sembarangan, karena kebiasaan ini menjadi salah satu penyebab utama tersumbatnya saluran air yang berujung pada banjir.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam pencegahan banjir. Hal kecil seperti tidak membuang sampah ke sungai bisa memberikan dampak besar dalam menjaga kelancaran aliran air,” tegas AKBP Heri.
Edukasi dan Mitigasi untuk Keselamatan Bersama
Selain patroli rutin, Polres Metro juga memperluas jangkauan edukasi dengan melibatkan Bhabinkamtibmas. Mereka ditugaskan untuk menyampaikan informasi dan memberikan solusi praktis kepada warga dalam menghadapi risiko banjir, seperti membuat saluran pembuangan air di sekitar rumah atau mengamankan barang-barang berharga dari genangan air.
“Kami juga menekankan kepada Bhabinkamtibmas agar memastikan masyarakat memahami langkah-langkah mitigasi banjir. Ini penting untuk mengurangi risiko kerugian, baik secara material maupun non-material,” jelas Kapolres.
Komitmen Berkelanjutan
Kegiatan ini tidak akan berhenti hanya selama musim hujan. Polres Metro berkomitmen untuk menjadikan pemantauan debit air dan edukasi masyarakat sebagai bagian dari program kerja rutin. Dengan demikian, kesiapsiagaan terhadap bencana banjir akan terus terjaga.
Harapan untuk Kota Metro
Kapolres Metro mengakhiri pernyataannya dengan mengajak masyarakat untuk bekerja sama menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan. “Melalui upaya bersama, kita dapat mencegah bencana dan menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi semua,” tutupnya.
Dengan langkah-langkah konkret ini, Polres Metro berharap dapat mengurangi dampak buruk banjir sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya peran mereka dalam menjaga kelestarian lingkungan.









