Metro – Anggota Komisi III DPRD Provinsi Lampung, Andy Roby, menggelar Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) di Rumah Kayu, Kelurahan Yosomulyo, Kecamatan Metro Pusat, pada Kamis (30/1/2025) sore. Kegiatan ini dihadiri oleh puluhan peserta dari anggota Karang Taruna, Pramuka, serta masyarakat setempat yang antusias menyimak materi dari sejumlah narasumber.
Menurut Andy Roby, kegiatan ini merupakan bagian dari tugasnya sebagai wakil rakyat dalam memperkuat pemahaman ideologi Pancasila di tengah masyarakat. Ia menekankan bahwa dalam era modern ini, banyak generasi muda yang mulai kehilangan pemahaman tentang makna sejati Pancasila dan bagaimana nilai-nilainya harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kegiatan ini bertujuan agar masyarakat lebih memahami dan tidak melupakan makna dari butir-butir Pancasila. Khususnya sila kelima, yang sudah lama digagas tetapi hingga kini masih sulit dirasakan masyarakat,” ujar Andy Roby.
Ia menambahkan bahwa pemahaman ideologi Pancasila sangat penting untuk menangkal berbagai ancaman, baik dalam bentuk radikalisme, disinformasi, maupun perpecahan sosial yang dapat mengganggu persatuan bangsa.
Sebagai legislator dari Fraksi PDI Perjuangan, Andy Roby menyoroti fakta bahwa sila kelima: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia masih belum sepenuhnya terwujud. Ia mencontohkan bagaimana ketimpangan ekonomi, akses pendidikan yang tidak merata, serta kesenjangan kesejahteraan masih menjadi realitas yang dihadapi masyarakat.
“Kami sebagai wakil rakyat harus memastikan bahwa kebijakan yang pro-rakyat benar-benar diimplementasikan. Pancasila bukan hanya slogan, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan nyata. Faktanya, masih banyak masyarakat yang kesulitan mendapatkan hak-hak dasar mereka,” tegasnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua Komisi II DPRD Kota Metro, Ancilla Hernani, serta pemateri dari kalangan akademisi dan pegiat sejarah lokal, Oky Hajiansyah Wahab. Para narasumber memberikan wawasan tentang bagaimana nilai-nilai Pancasila bisa lebih efektif diterapkan dalam pembuatan kebijakan, pendidikan karakter, dan keseharian masyarakat.
Diskusi yang berlangsung hingga petang ini juga membahas berbagai tantangan dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan di tengah dinamika sosial saat ini. Para peserta yang hadir mengapresiasi kegiatan ini dan berharap ada tindak lanjut berupa program nyata untuk memperkuat pemahaman ideologi bangsa, khususnya bagi generasi muda.









