INDOPARAMETER – BANDAR LAMPUNG – Akademisi Fakultas Hukum Universitas Lampung (Unila), Budiono, menilai bahwa tuntutan hukuman yang diajukan oditur militer terhadap seorang oknum TNI AD yang diduga terlibat dalam kasus penembakan tiga anggota kepolisian di Way Kanan merupakan langkah yang menunjukkan keseriusan dalam penegakan hukum. (22/7/2025)
Menurut Budiono, proses hukum yang sedang berlangsung ini menjadi perhatian publik karena menyangkut dua institusi penegak hukum. Oleh karena itu, ia menilai penting agar proses peradilan dilakukan secara terbuka dan profesional, demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sistem hukum nasional, termasuk peradilan militer.
“Langkah oditur militer dalam mengajukan tuntutan tegas patut diapresiasi sebagai bentuk tanggung jawab institusi dalam menegakkan aturan, termasuk terhadap anggotanya sendiri,” ujar Budiono, Selasa (22/7/2025).
Budiono juga menyebut bahwa fakta-fakta di persidangan menjadi elemen penting dalam memastikan bahwa proses hukum berjalan sesuai prinsip keadilan. Ia mengingatkan bahwa tindakan yang mengarah pada kekerasan, terlebih menghilangkan nyawa orang lain, harus diproses melalui jalur hukum tanpa diskriminasi.
“Penegakan hukum terhadap pelanggaran berat harus dilakukan secara proporsional dan akuntabel, tidak memandang latar belakang pelakunya. Hal ini penting untuk menjaga marwah hukum dan institusi negara,” imbuhnya.
Ia berharap majelis hakim dapat menilai perkara ini secara objektif, berdasarkan bukti dan fakta persidangan, serta menjatuhkan putusan yang adil.
Lebih lanjut, Budiono mengatakan bahwa proses hukum ini sekaligus menjadi kesempatan bagi institusi peradilan militer untuk menunjukkan bahwa prinsip keadilan tetap dijunjung tinggi, dan bahwa seluruh warga negara—termasuk aparat—memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum.
“Ini momentum yang baik untuk memperkuat persepsi positif publik terhadap keterbukaan dan integritas proses hukum, khususnya di lingkungan militer,” pungkasnya.









