Bandar Lampung, 14 Agustus 2025 — Dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, tokoh koperasi dan ketenagakerjaan nasional asal Lampung, Jolly Sanggam, mengajak seluruh elemen bangsa untuk merefleksikan makna kemerdekaan tidak hanya sebagai simbol sejarah, tetapi sebagai panggilan nyata untuk mewujudkan kedaulatan dan kemandirian ekonomi nasional.
“80 tahun Indonesia merdeka harus menjadi titik balik untuk memperkuat kedaulatan ekonomi, memperluas kebebasan berusaha, dan menciptakan kondisi kerja yang adil dan memberdayakan bagi seluruh pekerja Indonesia,” tegas Jolly Sanggam saat ditemui di sela kegiatan peringatan HUT RI di Bandar Lampung.
Sebagai mantan anggota DPRD Kota Bandar Lampung, Ketua Puskopkar Lampung, dan mantan Ketua Dekopin Bandar Lampung, Jolly dikenal konsisten memperjuangkan peran koperasi sebagai tulang punggung ekonomi rakyat. Ia menyoroti pentingnya penguatan koperasi di tengah dinamika ekonomi global yang makin kompetitif.
“Koperasi bukan hanya badan usaha, tapi pilar demokrasi ekonomi. Koperasi yang sehat akan melahirkan masyarakat yang sejahtera. Sudah saatnya koperasi naik kelas dan menjadi arus utama pembangunan ekonomi nasional,” jelasnya.
Saat ini, Jolly menjabat sebagai Wakil Ketua Koperasi TKBM Pelabuhan Panjang, Ketua Koperasi RTMM Merdeka, dan juga Wakil Ketua Pimpinan Pusat FSP RTMM-SPSI, federasi serikat pekerja yang menaungi ribuan buruh di sektor rokok, tembakau, makanan, dan minuman.
Aktif dalam gerakan buruh sejak 1992, Jolly menekankan bahwa pembangunan ekonomi tidak boleh mengorbankan hak-hak pekerja. Ia mendorong pemerintah dan pelaku usaha menciptakan hubungan industrial yang harmonis, dengan prinsip keseimbangan antara keberlangsungan usaha dan perlindungan pekerja.
“Kondisi kerja yang adil, setara, dan memberdayakan adalah fondasi Indonesia Emas 2045. Investasi harus tetap tumbuh, tapi jangan abaikan martabat buruh. Kita butuh kolaborasi, bukan konflik,” tegasnya.
Sebagai figur yang mengakar di akar rumput dan terlibat aktif di berbagai level organisasi, Jolly Sanggam menjadi contoh nyata bahwa kemerdekaan bukan hanya soal masa lalu, tapi soal tanggung jawab kolektif membangun masa depan yang lebih baik, adil, dan mandiri.
“Indonesia telah merdeka 80 tahun, tapi perjuangan untuk merdeka secara ekonomi dan sosial masih terus berlangsung. Mari kita lanjutkan perjuangan itu melalui koperasi, dunia usaha, dan perlindungan pekerja. Merdeka bukan tujuan akhir, melainkan awal dari tanggung jawab besar,” pungkasnya.









