Indoparameter.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk para pelajar di Lampung dipastikan tetap berjalan selama Ramadan 1447 Hijriah. Hanya saja, menu makanan yang dibagikan kepada siswa diubah menjadi makanan kering agar bisa dikonsumsi saat waktu berbuka puasa.
Kepastian itu disampaikan Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Andika Wibawa, yang menegaskan bahwa program tersebut tetap aman dan berada dalam pengawasan tenaga ahli gizi.
“Program MBG tetap berjalan. Hanya saja makanannya diubah menjadi makanan kering,” kata Andika, Kamis (19/2/2026).
Menurut Andika, kebijakan ini diambil agar para siswa yang menjalankan ibadah puasa tetap bisa menerima manfaat program tanpa mengganggu aktivitas ibadah mereka.
Selama bulan Ramadan, pembagian makanan kepada para siswa tetap dilakukan di sekolah pada siang hari, yakni sekitar pukul 12.00 hingga 13.00 WIB, khususnya bagi sekolah yang masih melaksanakan kegiatan belajar mengajar.
Namun, menu makanan yang dibagikan disesuaikan agar tahan lebih lama dan aman dikonsumsi saat berbuka puasa.
Beberapa jenis makanan yang dibagikan antara lain tempe orak-arik, bubur kacang hijau, telur rebus, serta buah-buahan. Menu tersebut dinilai cukup tahan lama sekaligus tetap memenuhi standar kebutuhan gizi siswa.
Menurut Andika, penyesuaian menu ini terutama diperuntukkan bagi siswa sekolah dasar (SD).
“Untuk anak-anak SD dibuat makanan kering supaya bisa digunakan untuk berbuka,” ujarnya.
Komisi V DPRD Lampung memastikan bahwa kualitas dan keamanan makanan tetap menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program MBG.
Andika menegaskan, setiap menu yang disalurkan telah melalui pengawasan tenaga ahli gizi agar tetap memenuhi standar kesehatan dan nutrisi bagi para penerima manfaat.
“Kalau soal aman dan efektif tentu aman, karena ada ahli gizi yang terus memantau dan masyarakat juga ikut mengawasi langsung program tersebut,” tegasnya.
Selain untuk siswa sekolah, program MBG juga tetap disalurkan kepada kelompok penerima manfaat lainnya dengan skema berbeda.
Untuk ibu hamil dan balita, makanan yang diberikan tetap berupa makanan basah agar kebutuhan nutrisi mereka terpenuhi secara optimal. Sementara untuk sekolah non-muslim, pembagian makanan tetap dilakukan tanpa penyesuaian waktu berbuka puasa.
Komisi V DPRD Lampung memastikan akan terus mengawal pelaksanaan program MBG agar tepat sasaran dan berjalan sesuai tujuan.
Pengawasan dilakukan melalui fungsi pengawasan DPRD serta pemantauan langsung di lapangan untuk memastikan program sosial tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
DPRD Lampung menilai keberlanjutan program MBG selama Ramadan menjadi bukti bahwa program sosial pemerintah tetap bisa berjalan meski dalam kondisi khusus, selama dilakukan penyesuaian yang tepat.
“Yang penting programnya tetap jalan dan manfaatnya tetap dirasakan masyarakat,” pungkas Andika.
(***)









