INDOPARAMETER – Bandar Lampung, Mahasiswa dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Provinsi Lampung kembali melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lampung, mendesak pemerintah untuk segera menstabilkan harga singkong. Aksi ini berlangsung panas, dengan mahasiswa menerobos kawat berduri yang dipasang di depan pintu gerbang DPRD Lampung dan membakar ban sebagai bentuk kekecewaan terhadap pemerintah.
Dalam orasinya, mahasiswa IMM menyatakan bahwa fluktuasi harga singkong sangat berdampak pada petani dan buruh tani, yang terancam jatuh ke jurang kemiskinan dan kelaparan. Aksi ini juga diwarnai insiden saling kejar antara mahasiswa dan aparat kepolisian yang berusaha memadamkan api dari ban yang dibakar di depan gedung DPRD.
Tuntutan DPD IMM Lampung:
- Stabilisasi Harga Singkong: Menuntut pemerintah untuk segera menstabilkan harga ubi kayu (singkong) sebagai bagian dari komitmen menjalankan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 1 dan 2, yaitu No Hunger dan No Poverty. Jika harga tidak distabilkan, hal ini akan memperparah kemiskinan dan kelaparan di kalangan petani.
- Intervensi Pemerintah Pusat: Meminta pemerintah pusat turun tangan langsung menyelesaikan permasalahan ini sebagai bentuk implementasi visi “Membangun dari Desa dan Dari Bawah untuk Pemerataan Ekonomi” yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo.
- Sanksi terhadap Perusahaan: Mendesak pemerintah untuk mencabut izin perusahaan yang tidak mematuhi instruksi pemerintah terkait stabilisasi harga singkong. IMM Lampung juga meminta pemerintah tidak tunduk pada sistem oligarki dan kongkalikong dengan pemodal.
- Penghentian Impor Tapioka: Meminta pemerintah melalui Presiden dan Kementerian Perdagangan untuk menghentikan impor tapioka sesuai temuan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), yang mengakibatkan ketidakstabilan harga singkong.
- Komoditas Strategis: Mendorong pemerintah untuk menjadikan singkong sebagai salah satu komoditas pangan strategis serta membentuk tim khusus yang merumuskan hilirisasi produk singkong secara adil dan stabil bagi masyarakat.
- Edukasi dan Subsidi untuk Petani: Menuntut Presiden, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Pangan untuk memberikan sosialisasi, edukasi, serta subsidi pupuk langsung kepada petani singkong guna meningkatkan kualitas pertanian.
- Tuntutan Mundur: Mendesak Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, Kementerian Pangan, anggota DPR RI dan DPD RI Dapil Lampung, PJ Gubernur, serta anggota DPRD Provinsi Lampung untuk mengundurkan diri jika tidak mampu merealisasikan tuntutan ini.
- Pengawalan Hingga Pusat: Menyatakan bahwa DPD IMM Lampung bersama DPP IMM akan terus mengawal masalah harga singkong ini hingga ke tingkat pemerintah pusat. Jika dalam waktu 1×3 hari tidak ada realisasi, IMM Lampung berjanji untuk melakukan aksi lanjutan.
Respon Pemerintah Diharapkan
IMM Lampung berharap aksi ini menjadi pengingat serius bagi pemerintah untuk segera bertindak. Stabilitas harga singkong, sebagai komoditas strategis, menjadi isu krusial yang harus ditangani demi kesejahteraan petani dan keberlanjutan sektor pertanian.
Dengan aksi ini, mahasiswa IMM menegaskan komitmen mereka untuk terus memperjuangkan hak-hak petani singkong dan memastikan kebijakan pemerintah benar-benar berpihak pada rakyat kecil.









