INDOPARAMETER – METRO, Di tengah era modernisasi dan maraknya minuman kesehatan instan, Pakde, seorang pedagang jamu keliling di Pasar 24, Kota Metro, tetap setia menghadirkan racikan jamu tradisional dengan cita rasa otentik. Dengan menggunakan motor kesayangannya, Pakde setiap hari berkeliling menawarkan berbagai ramuan herbal yang dipercaya memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.

Jamu Racikan Pakde, Perpaduan Herbal dengan Madu dan Jeruk Nipis
Yang membuat jamu racikan Pakde Jamu berbeda dari yang lain adalah tambahan madu dan perasan jeruk nipis, yang memberikan sensasi rasa segar serta menambah manfaat kesehatan.
“Jamu saya dibuat dari bahan alami, tanpa pengawet, dan dicampur dengan madu serta perasan jeruk nipis supaya rasanya lebih nikmat dan makin sehat,” ujar Pakde saat ditemui di sekitar Pasar 24.
Berbagai jenis jamu yang dijualnya antara lain:
Beras Kencur – Memberikan energi dan menyegarkan tubuh, Kunyit Asam – Baik untuk kesehatan pencernaan dan mengurangi nyeri haid, Jahe Merah – Menghangatkan tubuh dan meningkatkan daya tahan tubuh, Temulawak – Menjaga kesehatan hati dan meningkatkan nafsu makan, jamu Pahitan – Membersihkan racun dalam tubuh dan menurunkan kolesterol

Harga Terjangkau untuk Semua Kalangan
Meskipun diracik dengan bahan berkualitas, harga jamu Pakde sangat terjangkau, hanya Rp5.000 per gelas. Hal ini membuat banyak pelanggan tetap memilih jamu tradisional dibandingkan minuman kesehatan instan yang beredar di pasaran.
“Harga tidak mahal, hanya Rp5.000 per gelas, tapi manfaatnya luar biasa. Makanya banyak pelanggan yang tetap setia beli jamu dari saya,” ungkapnya dengan senyum ramah.
Langganan Setia dan Suasana Khas di Pasar 24
Setiap pagi, jamu Pakde selalu dikerumuni oleh pelanggan setia, baik pedagang pasar maupun masyarakat yang sengaja datang untuk membeli jamu.
“Saya langganan Pakde sejak lama. Jamu beras kencurnya enak, ada rasa segarnya dari jeruk nipis. Setelah minum, badan terasa lebih ringan,” ujar salah satu pelanggan tetap.
Tidak hanya pelanggan lama, banyak orang yang penasaran dan mencoba jamu Pakde setelah mendengar kelezatan serta khasiatnya dari mulut ke mulut.
Menjaga Warisan Budaya Lewat Jamu Tradisional
Pakde berharap bahwa jamu tradisional tetap eksis dan semakin diminati oleh generasi muda. Menurutnya, jamu bukan hanya minuman herbal, tetapi juga bagian dari warisan budaya yang harus tetap dilestarikan.
“Saya senang masih banyak yang suka jamu. Semoga anak muda juga mulai tertarik, karena jamu ini bukan hanya sehat, tapi juga bagian dari budaya kita,” harapnya.
Dengan semangatnya menjajakan jamu setiap hari, Pakde bukan hanya mencari nafkah, tetapi juga turut melestarikan tradisi jamu sebagai minuman sehat pilihan masyarakat Metro. (rsa)









