INDOPARAMETER.COM — DPRD Provinsi Lampung menerima kunjungan peserta Sekolah Politik Lampung yang difasilitasi oleh Creative Student Home Community (CreSHome) di Ruang Rapat Komisi DPRD Lampung, Senin (15/9/2025). Kunjungan ini bukan sekadar agenda formal, tetapi menjadi ruang belajar politik yang hidup di tengah lembaga pembuat kebijakan daerah.
Tiga anggota Komisi V DPRD Lampung hadir sebagai narasumber sekaligus fasilitator, yakni Budhi Condrowati, M. Syukron Muchtar, dan Abdullah Sura Jaya. Mereka membuka sesi dengan paparan mengenai tugas, fungsi, serta mekanisme kerja DPRD. Materi yang biasanya kaku berubah hangat karena peserta aktif mengajukan pertanyaan seputar peran legislatif dalam kehidupan masyarakat.
Sebagai lembaga yang menjadi mitra pemerintah daerah, DPRD memiliki posisi strategis dalam menyalurkan aspirasi rakyat.
“DPRD memiliki tiga fungsi utama yaitu legislasi, anggaran, dan pengawasan. Sementara mekanisme kerja DPRD melalui alat kelengkapan seperti pimpinan, komisi, Banmus, Banggar, Bapemperda, hingga Pansus,” ujar Syukron.
Abdullah Sura Jaya menambahkan bahwa proses persidangan di DPRD berlangsung berjenjang, dimulai dari rapat paripurna hingga rapat dengar pendapat.
“Tahapan legislasi dimulai dari penyusunan Program Legislasi Daerah sampai diundangkannya Peraturan Daerah. Begitu pula proses APBD, mulai dari penyampaian RAPBD oleh Gubernur hingga pengesahan menjadi Perda APBD,” tegasnya.
Sementara itu, Budhi Condrowati menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam memahami politik secara substansial. Ia berharap kegiatan seperti ini menjadi pintu bagi anak muda untuk berani bersuara dan berbuat bagi masyarakat.
“Kunjungan ini bukan sekadar agenda formal, tetapi juga momentum penting untuk menanamkan kesadaran politik sejak dini. Dengan memahami bagaimana DPRD bekerja, generasi muda diharapkan mampu berperan aktif dalam pembangunan daerah sekaligus ikut mengawal kebijakan publik,” ujarnya.
Panitia pelaksana, Fransiskus Wisnu, menyampaikan apresiasi atas sambutan DPRD Lampung. Ia berharap kunjungan tersebut mampu memberikan pengalaman langsung kepada peserta mengenai bagaimana proses pengambilan keputusan berjalan di ruang legislatif.
Di tengah apatisme sebagian generasi muda terhadap politik, kegiatan ini menjadi oase. Ketika banyak yang memandang politik sekadar perebutan kekuasaan, Sekolah Politik Lampung justru menanamkan pemahaman bahwa politik adalah jalan pengabdian.
(*)









