INDOPARAMETER – Metro, Tim Identifikasi Satuan Reserse Kriminal (Inafis) Polres Metro turun langsung ke lokasi penemuan seorang anak yang tenggelam di saluran irigasi di wilayah Metro Utara, Kota Metro. Proses olah tempat kejadian perkara (TKP) dilakukan secara menyeluruh untuk mengumpulkan bukti dan memastikan kronologi kejadian.
Kronologi Kejadian
Peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 16.00 WIB, ketika korban, seorang anak laki-laki berusia 9 tahun, bermain bersama teman-temannya di saluran irigasi/ledeng yang terletak di RT.11 RW.04 Kampung Purwodadi, Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah. Saluran irigasi tersebut dikenal memiliki arus yang cukup deras, terutama saat musim hujan.
Menurut keterangan saksi, korban awalnya terlihat bermain air di tepian irigasi. Namun, diduga terpeleset dan terbawa arus hingga hanyut. Rekan-rekan korban yang melihat kejadian tersebut segera memberi tahu warga sekitar. Upaya pencarian dilakukan oleh warga bersama keluarga korban hingga akhirnya korban ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di aliran irigasi wilayah RT.21 RW.05 Kelurahan Banjarsari, Metro Utara, yang berjarak beberapa kilometer dari lokasi awal korban tenggelam.
Tindakan Evakuasi dan Penyelidikan
Setelah ditemukan, korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Mardi Waluyo Kota Metro untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, korban dinyatakan meninggal dunia sebelum tiba di rumah sakit.
Menindaklanjuti insiden ini, Tim Inafis Polres Metro langsung melakukan olah TKP guna memastikan penyebab kejadian dan mencari kemungkinan adanya faktor lain yang berkontribusi terhadap insiden tersebut. Petugas melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, termasuk teman-teman korban dan warga yang pertama kali menemukan jasad korban. Selain itu, kondisi lingkungan sekitar irigasi juga dianalisis guna mengidentifikasi apakah ada potensi kelalaian atau faktor eksternal lain yang mempengaruhi kejadian.
Kapolres Metro AKBP Heri Sulistyo Nugroho, S.I.K., M.I.K., melalui Kasat Reskrim AKP Hendra Safuan, S.H., M.H., menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan mengimbau masyarakat untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat bermain di area yang berisiko tinggi.
“Kami turut berduka cita atas kejadian ini. Tim Inafis telah melakukan olah TKP dan mengumpulkan informasi dari para saksi. Kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua agar lebih waspada terhadap keselamatan anak-anak, terutama di lokasi yang berpotensi membahayakan,” ujar Kapolres.
Langkah Pencegahan dan Imbauan
Menanggapi kejadian ini, pihak kepolisian mengimbau agar:
- Orang tua lebih waspada dalam mengawasi anak-anak, terutama di lingkungan yang memiliki potensi bahaya seperti sungai, saluran irigasi, dan danau.
- Pemerintah setempat mempertimbangkan pemasangan pagar pembatas atau papan peringatan di sekitar area saluran irigasi yang sering digunakan anak-anak untuk bermain.
- Sosialisasi lebih intensif kepada masyarakat terkait bahaya bermain di perairan terbuka tanpa pengawasan orang dewasa.
Proses Pemakaman Korban
Keluarga korban telah mengonfirmasi bahwa jenazah akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kampung Purwodadi, Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah. Suasana duka menyelimuti keluarga dan warga sekitar yang turut berduka atas kehilangan ini. (**red/**)









