Lampung Timur, indoparameter.com — Masyarakat nelayan di Desa Muara Gading Mas, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur, kembali menggelar acara tahunan Nadran atau Tasyakuran Laut pada tahun 2025. Acara yang berlangsung dari 31 Januari hingga 14 Februari ini merupakan bentuk rasa syukur para nelayan atas rezeki yang mereka dapatkan dari laut serta sebagai ajang silaturahmi dan pelestarian budaya pesisir.
Ketua Panitia Ruat Laut, Dedi Cahyadi, menjelaskan bahwa tradisi Nadran sudah dilakukan secara turun-temurun oleh masyarakat pesisir sebagai simbol penghormatan terhadap laut yang telah memberikan sumber kehidupan. “Tasyakuran laut adalah wujud rasa syukur kami atas limpahan hasil laut yang diberikan oleh Allah SWT. Meski di awal Februari ini tangkapan ikan masih belum terlalu banyak, tetapi kami tetap bersyukur dan berharap rezeki nelayan semakin melimpah ke depannya,” ujar Dedi dalam keterangannya pada Minggu (9/2/2025).
Ia juga menambahkan bahwa Nadran bukan sekadar ritual keagamaan, tetapi juga momentum kebersamaan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Dalam rangkaian kegiatan Nadran 2025, panitia telah menyiapkan berbagai acara menarik, mulai dari istigohasah, senam bersama, hingga festival color fun yang diikuti oleh masyarakat dari berbagai kalangan. Selain itu, acara ini juga dimeriahkan dengan festival kuliner yang menyajikan berbagai hidangan khas pesisir, bazar UMKM yang menghadirkan produk lokal, serta hiburan musik band yang semakin menyemarakkan suasana.
Acara ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat, baik nelayan maupun warga setempat, serta wisatawan yang datang untuk menyaksikan tradisi unik ini. Seorang warga, Siti Rohani, mengungkapkan kegembiraannya dalam mengikuti acara ini. “Saya sangat senang dengan adanya Nadran ini, karena selain sebagai ajang syukuran, acara ini juga memberikan hiburan bagi kami. Anak-anak dan keluarga bisa menikmati berbagai acara menarik, serta bisa mencicipi aneka kuliner khas daerah kami,” tuturnya.
Sebagai puncak acara, akan diadakan pengajian dan doa bersama yang melibatkan tokoh agama dan masyarakat setempat. Dedi menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi simbol harapan agar hasil tangkapan ikan semakin melimpah, keselamatan para nelayan selalu terjaga, dan kesejahteraan masyarakat pesisir semakin meningkat.
Selain sebagai tradisi budaya dan ajang silaturahmi, Nadran juga memiliki potensi besar untuk dijadikan sebagai festival budaya tahunan yang dapat menarik wisatawan. Oleh karena itu, masyarakat berharap agar pemerintah daerah, khususnya Dinas Pariwisata dan Dinas Perikanan Lampung Timur, kembali memasukkan acara ini dalam kalender wisata tahunan.
“Pada masa kepemimpinan Bupati Chusnunia Chalim, acara ini pernah dijadikan bagian dari agenda wisata daerah. Kami berharap di bawah kepemimpinan Bupati Ela Siti Nuryamah, Nadran bisa kembali diangkat menjadi festival resmi daerah, karena selain melestarikan budaya, acara ini juga berkontribusi terhadap perekonomian masyarakat melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” harap Dedi.
Ke depan, masyarakat pesisir berharap agar tradisi Nadran ini terus berlanjut dan mendapat perhatian lebih dari pemerintah. Dengan pengelolaan yang baik, acara ini berpotensi menjadi destinasi wisata budaya unggulan di Lampung Timur yang tidak hanya memperkenalkan kearifan lokal tetapi juga membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. (red/)









