Lampung, indoparameter.com – Komando Brigade Infanteri (Brigif) 4 Marinir/BS menggelar upacara pemberangkatan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Mobile Republik Indonesia – Papua Nugini (RI–PNG) di Lapangan Yonif 7 Marinir, Ketapang, Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. Upacara dipimpin langsung oleh Komandan Brigif 4 Mar/BS, Kolonel Marinir Supriadi Tarigan, S.I.P., M.M.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian persiapan tugas pengamanan wilayah perbatasan RI–PNG, sekaligus sebagai momentum penghormatan dan semangat bagi para prajurit yang akan mengemban amanah negara. Satgas Pamtas Mobile kali ini terdiri atas 142 personel, terdiri dari 72 prajurit Yonif 7 Marinir dan 70 prajurit Yonif 9 Marinir. Seluruh personel akan menjalani latihan pratugas guna memantapkan kesiapan operasional di medan penugasan.
Upacara berlangsung khidmat dengan dihadiri jajaran Perwira Staf Brigif 4 Mar/BS, Komandan Satuan Pelaksana wilayah Lampung, serta Ketua Jalasenastri Ranting A dan Ranting C beserta pengurus, yang turut memberikan dukungan moril kepada para prajurit yang akan berangkat. Kehadiran keluarga besar TNI AL ini menjadi simbol kuatnya solidaritas dan ikatan kekeluargaan di lingkungan Korps Marinir.
Dalam amanatnya, Kolonel Mar Supriadi Tarigan menegaskan bahwa penugasan di perbatasan negara bukan hanya rutinitas militer, tetapi merupakan bentuk pengabdian yang sangat strategis dalam menjaga kedaulatan NKRI. Ia menekankan bahwa setiap personel Satgas Pamtas harus memiliki kesiapan mental, fisik, dan moral, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kehormatan prajurit Korps Marinir.
“Penugasan ini adalah bentuk kepercayaan negara yang harus kita jaga dan laksanakan dengan penuh tanggung jawab. Saya harapkan seluruh prajurit menunjukkan profesionalisme, disiplin tinggi, serta senantiasa menjaga nama baik satuan. Kehormatan Korps Marinir dan TNI Angkatan Laut ada di pundak kalian,” tegas Danbrigif.
Ia juga berpesan kepada seluruh prajurit untuk menjaga sinergitas dengan aparat setempat, menjalin hubungan yang baik dengan masyarakat di wilayah penugasan, serta menghindari segala bentuk pelanggaran yang dapat mencoreng nama institusi.
Setelah upacara, dilakukan prosesi tradisi pelepasan yang disambut haru oleh para anggota keluarga dan rekan satuan. Momen ini menjadi pengingat kuatnya ikatan emosional dan pengorbanan yang menyertai setiap penugasan militer, terutama yang berada jauh dari keluarga dan zona nyaman.
Penugasan Satgas Pamtas Mobile RI–PNG ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam menjaga stabilitas keamanan dan kedaulatan di wilayah perbatasan, sekaligus memperkuat citra positif TNI AL di mata masyarakat dan dunia internasional. (red)









