INDOPARAMETER-BANDAR LAMPUNG, Cerita di Balik Perjuangan mendirikan Lembaga Non formal Pusat Kegiatan Belajar Masyrakat (PKBM) di Kota Karang.
Tidak mudah membuka sekaligus mengelola sebuah lembaga pendidikan. Apalagi, harus menjemput bola demi masa depan banyak orang hanya dengan alasan yang mungkin bagi sebagian besar orang sangatlah konyol, yakni atas dasar prihatin dengan nasib dan masa depan anak-anak bangsa.
Mendirikan lembaga pendidikan non-formal bagi anak-anak bangsa yang putus sekolah tentu saja penuh tantangan. Para peserta didik yang datang sudah merasakan kehidupan dunia luar sekolah dengan berbagai persoalan hidup yang mereka hadapi. Namun, persoalan-persoalan itu tidak membuat Naziroh, M.Pd patah arang. Justru, persoalan-persoalan itulah yang mendorong dirinya untuk membuka Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang diberi nama “Karang Gemilang”.

Ditemui di tempat belajar PKBM Karang Gemilang di Desa Kota Karang, Kecamatan Teluk Betung Timur, Bandar Lampung, Senin (20/1/2025) sore, Naziroh yang juga lulusan Magister Pendidikan Universitas Islam Negeri Lampung mengisahkan bagaimana awal mula dirinya berniat mendirikan PKBM Karang Gemilang. Keinginan ini bermula ketika dirinya menjadi Guru Honorer di tahun 2003 mengajar di Kecamatan Teluk Betung Timur.
“Sebelum adanya PKBM Karang Gemilang, sudah ada lembaga dengan nama Raden Intan, tetapi pada waktu itu belum memiliki legalitas administrasi. Baru pada tahun 2010 kami mendapatkan legalitas resmi dari pemerintah dan Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung,” jelas Naziroh.
Lanjut Naziroh, dirinya juga membawahi beberapa lembaga pendidikan, di antaranya PAUD, TK, dan lembaga pelatihan lainnya. Namun, saat ini fokus utama adalah PKBM. Hal ini didasari oleh rasa keprihatinan terhadap tingginya angka putus sekolah di Kota Karang.
Saat ini, peserta didik PKBM Karang Gemilang berjumlah sekitar 200 orang yang berasal dari Kecamatan Teluk Betung Timur, dengan jumlah pengelola sebanyak 10 orang, yang terdiri dari 4 tenaga pendidik yang menyandang gelar strata satu.
“Semua tutor atau tenaga pendidik ini baru lulus dan tidak ada yang berstatus PNS. Mereka benar-benar ingin mengabdikan diri untuk membantu anak-anak,” ujar Naziroh.
PKBM Karang Gemilang menawarkan berbagai program pendidikan, di antaranya kejar paket A, B, dan C, life skill seperti public speaking dan English club, fasilitas taman baca, literasi, sanggar seni, serta UMKM yang memungkinkan lulusan langsung bekerja dan mengaplikasikan keterampilan yang mereka pelajari.
Menurut Naziroh, mayoritas anak-anak yang putus sekolah bukan karena masalah finansial, tetapi lebih karena pergaulan. “Ada yang MBA (Married by Accident), ada yang bosan, ada juga yang menjadi korban bullying. Dari masalah-masalah ini, kami berusaha membangkitkan semangat mereka melalui pendidikan karakter agar mereka lahir menjadi pribadi yang lebih baik, tidak hanya cerdas akademik tetapi juga lebih bijaksana,” ujar Naziroh.
Harapan Naziroh, PKBM Karang Gemilang dapat menjadi kebanggaan bagi masyarakat dan Pemerintah Kota Karang.









