Lampung, indoparameter.com — Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Wilayah Teritorial (Wilter) Provinsi Lampung memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah dan Kepolisian Republik Indonesia atas keberhasilan dalam menangani arus mudik dan balik Lebaran 2025. Ketua GMBI Wilter Lampung, Bung Heri, menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras, sinergi yang solid antar instansi, serta dukungan aktif dari masyarakat.

Menurut data nasional, jumlah pemudik tahun ini diperkirakan mencapai 146 juta orang—angka yang sangat besar dan tentu memerlukan penanganan mobilitas yang cermat, terukur, dan terkoordinasi dengan baik. Bung Heri menilai bahwa penanganan arus mudik dan balik tahun ini telah menunjukkan peningkatan signifikan dari segi efektivitas, kenyamanan, dan keselamatan bagi masyarakat.
“Secara umum, saya mengapresiasi langkah-langkah strategis pemerintah dan Polri dalam pengelolaan arus mudik dan balik yang sangat padat. Upaya mereka sangat membantu masyarakat dalam menjalankan tradisi tahunan untuk bersilaturahmi dengan keluarga di kampung halaman dalam rangka merayakan Idulfitri 1446 Hijriah,” ujarnya.
Bung Heri juga menyoroti peran penting keberadaan fasilitas publik selama masa mudik, terutama di titik-titik krusial seperti rest area, terminal, dan stasiun. Menurutnya, penyediaan fasilitas ibadah, toilet bersih, layanan kesehatan, dan pusat informasi sangat membantu para pemudik agar tetap nyaman dan aman selama dalam perjalanan.
“Pemerintah dan aparat kepolisian benar-benar memperhatikan kebutuhan dasar masyarakat di perjalanan. Hal ini menunjukkan bahwa mudik bukan hanya soal mobilitas, tapi juga soal kemanusiaan dan pelayanan publik yang holistik,” tambahnya.
Salah satu kebijakan yang diapresiasi oleh GMBI adalah penerapan cuti bersama yang cukup panjang, serta pemberlakuan sistem kerja fleksibel (flexible work arrangement) di beberapa sektor. Hal ini dinilai memberikan ruang bagi masyarakat untuk merencanakan waktu keberangkatan dan kepulangan dengan lebih bijak, sehingga dapat mengurangi kepadatan pada puncak arus mudik dan balik.
“Kebijakan libur panjang ini sangat berdampak positif. Masyarakat bisa menyesuaikan waktu perjalanan mereka dan tidak menumpuk di satu waktu yang sama. Ini secara langsung mengurangi kemacetan di jalan raya,” jelas Bung Heri.
Tak hanya pemerintah dan Polri, Bung Heri juga mengapresiasi peran serta masyarakat, organisasi kemasyarakatan (ormas), dan dunia usaha yang turut menyukseskan arus mudik tahun ini. Program mudik dan balik gratis yang diselenggarakan oleh berbagai elemen dinilai sangat membantu masyarakat, khususnya golongan menengah ke bawah.
“Ini adalah bentuk nyata semangat ta’awun dan takaful dalam kehidupan sosial kita. Kolaborasi dan gotong royong seperti ini patut kita rawat, karena menjadi salah satu kunci kesuksesan mudik tahun ini,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa inisiatif dari berbagai pihak untuk menyediakan moda transportasi massal secara cuma-cuma, selain meringankan beban masyarakat, juga secara efektif mengurangi volume kendaraan pribadi di jalan tol dan jalur utama.
“Dengan lebih banyak masyarakat menggunakan bus atau transportasi bersama, kita bisa menekan angka kepadatan dan mengurangi risiko kecelakaan,” tambahnya.
Dalam hal pengelolaan lalu lintas, Bung Heri menilai bahwa adaptasi terhadap teknologi digital menjadi kunci penting kesuksesan. Ia menyebut bahwa penggunaan teknologi pemantauan volume kendaraan secara real-time, serta penyampaian informasi lalu lintas melalui berbagai platform digital, memberikan manfaat besar bagi kelancaran arus mudik.
“Langkah-langkah modern seperti sistem one way, contraflow, dan pemantauan digital yang dilakukan secara situasional benar-benar efektif. Polisi lalu lintas mampu bertindak cepat dan tepat berdasarkan data yang akurat,” ucapnya.
Ia menambahkan bahwa kecanggihan teknologi juga membantu para pemudik dalam merencanakan rute perjalanan, memantau kondisi lalu lintas, hingga memilih waktu terbaik untuk bepergian.
“Teknologi benar-benar memainkan peran penting. Kini, masyarakat bisa memantau kondisi jalan dari ponsel mereka, mendapat notifikasi jika ada kemacetan atau kecelakaan, dan memilih alternatif jalur yang lebih lancar. Ini sangat membantu,” tegasnya.
Menutup pernyataannya, Bung Heri menyampaikan apresiasi khusus kepada masyarakat yang telah menunjukkan peningkatan kesadaran dalam berlalu lintas, tertib di jalan, serta sabar dan disiplin selama perjalanan mudik dan balik. Menurutnya, sikap tersebut adalah fondasi utama keberhasilan mudik yang aman, tertib, dan penuh berkah.
“Keberhasilan mudik tahun ini bukan hanya soal kebijakan dan teknologi, tapi juga soal kesadaran kolektif. Masyarakat kita semakin dewasa dalam menyikapi perjalanan panjang, dan itu patut kita syukuri,” pungkas Ketua GMBI Lampung tersebut. (red)









