Bandar Lampung – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung memaparkan strategi mitigasi bencana serta menyampaikan informasi penting bagi masyarakat yang ingin melaporkan kejadian bencana di wilayahnya.
Dalam wawancara bersama Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Lampung, Wahyu Hidayat, dijelaskan bahwa pihaknya terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana di daerah. Ia menyebutkan bahwa strategi mitigasi dibagi menjadi dua jenis, yaitu mitigasi struktural dan non-struktural.
“Mitigasi struktural dilakukan melalui pembangunan fisik yang bertujuan untuk mengurangi risiko bencana,” ujar Wahyu.
“Sementara mitigasi non-struktural dilakukan tanpa pembangunan fisik, melainkan melalui penyusunan perencanaan penanggulangan bencana, penyusunan regulasi seperti Perda dan Pergub, serta peningkatan kapasitas masyarakat dan pemangku kepentingan melalui pelatihan dan simulasi,” jelasnya
Wahyu juga menyampaikan bahwa BPBD Provinsi Lampung tahun ini telah membentuk Desa Tangguh Bencana (Destana) di dua lokasi, yakni Desa Sinar Pasemah, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lampung Selatan, dan Desa Sumber Rejo, Kecamatan Waway Karya, Kabupaten Lampung Timur.
Selain itu, kegiatan Keluarga Tangguh Bencana (KATANA) juga telah dilaksanakan di Bekri, Lampung Tengah dan Gading Rejo, Pringsewu.
Sebagai penutup, Wahyu menghimbau masyarakat agar segera melapor jika terjadi bencana di wilayah masing-masing. “Masyarakat dapat langsung menghubungi BPBD Provinsi Lampung di nomor 0853-3336-8989,” tutupnya.









