Lampung Selatan — Pulau Sebesi, yang terletak di Selat Sunda dan termasuk wilayah administrasi Kabupaten Lampung Selatan, menjadi lokasi riset penting tentang keterkaitan antara nilai-nilai spiritual, agama, dan kearifan lokal dalam pelestarian lingkungan. Pulau ini dikenal memiliki kekayaan ekologi dan kompleksitas sosial-budaya tinggi, serta sejarah panjang dalam menghadapi bencana alam seperti letusan Gunung Krakatau 1883, tsunami Selat Sunda 2018, dan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Dalam konteks tersebut, penelitian bertajuk “Ekologi Spiritual di Pulau Sebesi” dilakukan oleh tim gabungan dari Pusat Riset Ekologi dan Etnobotani (PREE) dan Pusat Riset Kewilayahan (PRW) BRIN, Jurusan Sosiologi Agama UIN Raden Intan, serta BPBD Provinsi Lampung. Riset ini berlangsung pada 14–27 Juni 2025, berlokasi di Pulau Sebesi dan Kota Bandar Lampung.
Penelitian ini menggali bentuk-bentuk ekologi spiritual, yakni pendekatan yang memadukan nilai-nilai agama, spiritualitas, dan kearifan lokal dalam menjaga kelestarian lingkungan. Di masyarakat Sebesi, praktik seperti ritual penghormatan terhadap alam, pembatasan eksploitasi sumber daya secara tradisional, hingga larangan adat menjadi bagian dari mekanisme sosial dalam merawat keseimbangan ekologis.
Menurut konsep yang dikembangkan Ahimsa Putra (2009), kearifan lokal tidak selalu bersifat tradisional, tetapi juga dapat berupa “kearifan baru” yang muncul dari interaksi kontemporer masyarakat dengan lingkungannya. Hal ini menjadi penting dalam membentuk strategi keberlanjutan yang sesuai konteks lokal.
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bentuk dan peran ekologi spiritual dalam kehidupan masyarakat Sebesi, mengeksplorasi sinergi nilai-nilai Islam dan budaya lokal, serta merumuskan rekomendasi kebijakan berbasis spiritual-ekologis. Beberapa pertanyaan utama yang diajukan antara lain: bagaimana nilai-nilai spiritual dipraktikkan, siapa aktor kuncinya, serta bagaimana strategi keberlanjutan dapat dibangun dari pendekatan ini.
Tim peneliti terdiri dari Dr. Vera Budi Lestari, M.Hum; Dr. Fengky Marshandi; Dra. Mulyati Rahayu (PREE BRIN); Dr. Devi Riskianingrum, MA (PRW BRIN); Wahyu Hidayat, SH., MH (BPBD Provinsi Lampung); dan Luthfi Salim, M.Sosio (UIN Raden Intan).
Luaran dari riset ini mencakup penerbitan buku bunga rampai dalam program kerjasama BRIN-Springer, artikel ilmiah pada jurnal bereputasi tinggi, serta buku panduan khutbah atau ceramah bertema lingkungan yang akan disebarkan ke masyarakat Pulau Sebesi sebagai bentuk diseminasi hasil penelitian.









