Kado Bingkisan Untuk Indonesia.
Rahmat Apriyan
Seperti biasanya Pada tgl 17 Agustus, masyarakat Indonesia memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia, namun pada ulang tahun ke-80 ini terdapat sebuah momen dimana seharusnya masyarakat merayakan dengan penuh sukacita dan kebanggaan. Pada kali ini masyarakat dibenturkan oleh realita yang tidak sehat, pemerintah sedang mengalami hilang ingatan untuk mensejahterakan rakyat. Kritikan dan demonstrasi yang tidakpuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah.
Mahasiswa, masyarakat sipil menjadi garda terdepan untuk mengembalikan ingatan pemerintah yang sedang lupa akan janji manis waktu kampanye. Demonstrasi yang terjadi belakangan ini dipicu oleh berbagai faktor seperti kenaikan tunjangan anggota dewan perwakilan rakyat, pernyataan kontroversi dari anggota DPR, kenaikan pajak bumi dan bangunan dan meninggalkannya masyarakat sipil dengan cara tragis oleh aparat keamanan. Hal ini menunjukkan bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Pemerintah harus cepat-cepat menyadari bahwa Indonesia masih menghadapi banyak tantangan seperti Kesenjangan Ekonomi, Kemiskinan dan ketidakadilan. Oleh karena itu masyarakat turun untuk menyadarkan pemerintah, mereka harus bertanggung jawab atas apa yang terjadi belakangan ini dan mereka harus menjaga komitmen sewaktu berkempaye menjadi wakil rakyat yang sebagaimana mestinya. Masyarakat menyadari dalam menciptakan Indonesia yang lebih adil dan sejahtera itu harus dilakukan dengan cara bersama-sama, maka dari itu alasannya mengapa masyarakat sampai turun ke jalan-jalan dan menggruduk rumah wakil rakyat yang katanya.









