Dalam kesempatan itu, Gubernur Mirza menjelaskan bahwa Lampung merupakan provinsi dengan jumlah penduduk terbesar kedua di Pulau Sumatera. Namun, aktivitas ekonomi masih didominasi kawasan perkotaan, sementara wilayah perdesaan belum menikmati manfaat ekonomi secara optimal.
Menurutnya, sekitar 70 persen perputaran uang masih terpusat di kota, sedangkan desa hanya memperoleh sekitar 30 persen. Kondisi tersebut menjadi tantangan yang harus diatasi melalui kebijakan pembangunan yang lebih berpihak kepada desa.
Salah satu contoh yang disampaikan Gubernur adalah potensi industri keripik singkong di Lampung. Terdapat sekitar 5.000 merek keripik singkong berbasis komunitas yang memiliki kualitas dan daya saing, namun belum berkembang maksimal karena terkendala distribusi, pemasaran, serta keterbatasan infrastruktur digital.
“Produk-produk unggulan desa harus mampu menembus pasar yang lebih luas. Karena itu, penguatan konektivitas digital menjadi sangat penting agar pelaku UMKM dapat berkembang dan meningkatkan nilai tambah produknya,” ujar Mirza.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung akan mendorong pembentukan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di desa yang didukung infrastruktur digital, sehingga aktivitas ekonomi tidak lagi bergantung pada wilayah perkotaan.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Nurdin Halid, mengatakan kunjungan kerja ini bertujuan memastikan peran Badan Usaha Milik Negara (BUMN), khususnya di sektor telekomunikasi, mampu mendukung percepatan transformasi digital dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurutnya, penguatan infrastruktur digital menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing daerah sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan ekonomi dan teknologi.
Dalam forum tersebut, PT Telkom Indonesia menyampaikan komitmennya untuk terus memperluas digitalisasi layanan publik, memperkuat infrastruktur telekomunikasi, serta mendukung pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui pemanfaatan teknologi digital.
Di sisi lain, Bank Indonesia Perwakilan Lampung menilai sinergi antara pemerintah, BUMN, dan sektor swasta menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem digital yang mampu menjaga stabilitas ekonomi, meningkatkan produktivitas pelaku usaha, serta memperkuat daya beli masyarakat.
Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan transformasi digital dapat menjadi motor penggerak pemerataan ekonomi di Provinsi Lampung, khususnya dengan mendorong desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang berdaya saing. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).
Adv



