INDOPARAMETER – METRO, Dalam upaya mendukung penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal, Pusat Peranserta Masyarakat (PPM) Provinsi Lampung melakukan kunjungan lapangan ke salah satu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Metro yang bergerak di sektor tanaman hias, khususnya budidaya bunga adenium dan dipimpin langsung oleh Presidium PPM Provinsi Lampung, Riki Sanjaya Alam, didampingi oleh Bendahara PPM, Agus Fatoni, serta Sekretaris PPM, Hexsasiwi Sukopuro. (12/5/2025)
UMKM yang dikunjungi merupakan milik Mas Akbar, seorang pengusaha muda yang telah menekuni budidaya adenium selama beberapa tahun terakhir. Lokasi usahanya berada di kawasan Metro Barat dan menjadi salah satu pusat pembibitan adenium yang dikenal luas di kalangan penghobi tanaman hias, baik dari Metro maupun luar daerah.
Dalam dialog yang berlangsung santai namun mendalam, Mas Akbar menjelaskan bahwa budidaya adenium merupakan usaha yang cukup menjanjikan, dengan nilai ekonomi yang tidak bisa dianggap remeh. “Dalam satu kali penjualan, saya bisa memperoleh penghasilan sekitar Rp7 juta. Itu dari hasil penjualan bibit dan tanaman adenium yang sudah siap jual,” ungkapnya.
Menurutnya, salah satu keunggulan dari usaha ini adalah rendahnya tingkat persaingan. “Kompetitor saya bukan sesama petani, tapi waktu,” ujarnya sambil tersenyum. Mas Akbar menambahkan bahwa meskipun adenium dikenal sebagai tanaman yang pertumbuhannya relatif lambat, ia berhasil menemukan pola budidaya yang efisien sehingga proses dari biji hingga siap jual hanya memakan waktu sekitar tiga bulan.
“Adenium ini sebenarnya bisa tumbuh cepat asal tahu cara perawatannya, mulai dari penyemaian, pemupukan, sampai pencahayaan. Dalam tiga bulan saya sudah bisa jual dengan ukuran yang cukup menarik bagi kolektor maupun pemula,” jelasnya.
Presidium PPM Provinsi Lampung, Riki Sanjaya Alam, menyampaikan apresiasi atas inovasi dan ketekunan Mas Akbar dalam mengembangkan usaha berbasis potensi lokal. “Usaha seperti ini harus kita dukung dan dorong agar terus berkembang. Budidaya adenium bukan hanya tentang estetika, tapi juga tentang ekonomi. Ini adalah salah satu wujud ekonomi kreatif yang sangat potensial di Metro,” kata Riki.
Bendahara PPM Provinsi Lampung, Agus Fatoni, menambahkan pentingnya perencanaan keuangan yang baik serta akses terhadap pembiayaan mikro. “Kita akan bantu membuka jaringan permodalan agar UMKM seperti ini bisa meningkatkan skala produksi tanpa terbebani secara finansial,” ujarnya.
Sementara itu, Hexsasiwi Sukopuro selaku Sekretaris PPM Provinsi Lampung, menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas digital pelaku UMKM. “Dengan pelatihan digital marketing dan branding, produk-produk lokal seperti adenium bisa menjangkau pasar yang lebih luas, bahkan hingga luar daerah atau internasional,” jelasnya.
PPM Provinsi Lampung menegaskan komitmennya untuk melakukan pendampingan berkelanjutan kepada UMKM tanaman hias, melalui program pelatihan, promosi digital, serta pembentukan komunitas berbasis kolaborasi.
Melalui inisiatif ini, PPM Provinsi Lampung berharap UMKM di sektor tanaman hias tidak hanya bertahan, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi kreatif Kota Metro yang mandiri dan berdaya saing.









