Indoparameter.com – Seratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Lampung Melawan menggelar aksi damai di depan Gedung DPRD Provinsi Lampung, Telukbetung, Kota Bandar Lampung, pada Senin (23/2/2026). Aksi tersebut digelar sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap masa depan pendidikan dan arah kebijakan publik di Provinsi Lampung.
Aksi yang berlangsung sejak pagi itu berjalan tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Suasana demonstrasi bahkan berubah menjadi ruang dialog terbuka ketika pimpinan dewan turun langsung menemui massa aksi.
Ketua DPRD Provinsi Lampung, Ahmad Giri Akbar, bersama sejumlah anggota dewan dan pejabat Pemerintah Provinsi Lampung memilih duduk lesehan di atas aspal untuk mendengarkan langsung aspirasi mahasiswa.
Beberapa anggota dewan yang turut hadir di antaranya Lesty Putri Utami, Syukron Muchtar, dan Budhi Condrowati. Dari unsur pemerintah provinsi, tampak pula pejabat seperti M. Firsada dan Thomas Amirico.
Dalam orasinya, mahasiswa menyampaikan enam tuntutan kepada Pemerintah Provinsi Lampung dan DPRD sebagai wakil rakyat. Tuntutan tersebut antara lain menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama kebijakan negara, mewujudkan pendidikan gratis, serta menambah alokasi anggaran pendidikan.
Selain itu, massa aksi juga menuntut peningkatan kesejahteraan guru honorer serta meminta pemerintah memindahkan siswa SMA Siger ke sekolah yang memiliki legalitas resmi dengan jaminan beasiswa.
Mahasiswa juga mendorong lahirnya regulasi pajak progresif yang sebagian hasilnya dialokasikan untuk memperkuat anggaran pendidikan di daerah.
Anggota Komisi V DPRD Lampung, Syukron Muchtar, yang turun langsung menemui massa aksi menyampaikan apresiasi terhadap mahasiswa yang tetap menyuarakan aspirasi di tengah bulan suci Ramadan.
“Saya mengapresiasi mahasiswa yang di tengah puasa rela berpanas-panasan memperjuangkan masa depan pendidikan,” ujar Syukron.
Sebagai anggota komisi yang membidangi sektor pendidikan, ia menegaskan komitmennya untuk mengawal seluruh aspirasi yang disampaikan mahasiswa kepada pemerintah daerah.
“Sebagai anggota Komisi V, saya akan berupaya mengawal aspirasi mahasiswa. Saya juga mengajak kolega di Komisi V untuk bersama-sama mengawal aspirasi ini,” katanya.
Syukron berharap pihak eksekutif segera menindaklanjuti tuntutan tersebut demi memperbaiki sistem pendidikan di Provinsi Lampung.
“Saya berharap eksekutif dapat menindaklanjuti tuntutan dan aspirasi mahasiswa demi perbaikan sistem pendidikan di Lampung,” ujarnya.
Aksi damai Aliansi Lampung Melawan tersebut ditutup dengan penandatanganan enam pernyataan sikap oleh perwakilan mahasiswa. Penandatanganan itu disaksikan langsung oleh pimpinan DPRD Lampung serta perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung.
Melalui aksi tersebut, mahasiswa berharap pemerintah daerah segera merespons tuntutan mereka dengan langkah konkret dalam memperkuat sektor pendidikan di Lampung.
(***)









