INDOPARAMETER – METRO, Musyawarah Daerah (Musda) ke-5 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Metro akan segera digelar pada 12 Februari 2025. Namun, menjelang perhelatan tersebut, muncul tanda tanya besar tentang transparansi dan demokrasi dalam proses pemilihan kepemimpinan organisasi kepemudaan ini.
Musda kali ini bukan sekadar ajang memilih ketua baru, melainkan juga ujian bagi demokrasi di tubuh KNPI. Apakah proses ini benar-benar terbuka bagi semua pemuda yang memenuhi syarat, atau hanya formalitas belaka dengan kandidat yang sudah disiapkan sejak awal?
Ketua Bidang Organisasi, Keanggotaan, dan Kelembagaan (OKK) DPD KNPI Kota Metro, Muhammad Rozhi Fauzi, mengklaim bahwa Musda akan berjalan sesuai mekanisme yang telah disepakati dan transparan.
“Kami memastikan Musda KNPI Kota Metro akan berlangsung demokratis dan transparan, sejak awal pendaftaran calon ketua sudah dirancang agar semua pihak memiliki kesempatan yang sama,” tegas Rozhi, Jumat (7/2/2025).
Namun, mekanisme yang dijalankan tetap menuai kritik. Sejumlah pihak mempertanyakan apakah proses penjaringan benar-benar terbuka, ataukah ada pihak tertentu yang lebih dulu mengetahui dan mengamankan peluang mereka. Jika hanya calon tertentu yang memiliki akses awal terhadap informasi dan dukungan, maka integritas demokrasi KNPI patut dipertanyakan.
“Jangan sampai ada kesan bahwa Musda ini hanya ajang formalitas, sementara kandidat lain sulit masuk karena sudah ada nama yang disiapkan. Kami tidak ingin KNPI Metro menjadi ajang kepentingan segelintir kelompok,” tambahnya.
KNPI, sebagai organisasi kepemudaan, memang tidak bisa dilepaskan dari kepentingan politik. Selama ini, pemilihan ketua KNPI lebih sering ditentukan oleh lobi-lobi politik dibandingkan dengan suara murni pemuda. Musda ke-5 ini diprediksi akan kembali menjadi arena perebutan pengaruh berbagai kelompok kepentingan.
“Musda ini bukan sekadar memilih ketua baru, tapi juga menentukan masa depan KNPI ke depan. Jika hanya diisi orang-orang yang mewakili kepentingan tertentu, maka KNPI Metro tidak akan berkembang dan hanya menjadi alat politik,” tegas Rozhi.
Ketua DPD KNPI Kota Metro, M. Lukman Sanjung, turut menyampaikan harapannya agar Musda berlangsung kondusif dan benar-benar mencerminkan semangat demokrasi.
“Kita berharap siapa pun yang terpilih nanti bisa membawa KNPI Kota Metro ke arah yang lebih baik. Kita banyak memiliki pemuda berpotensi dan berprestasi. Semoga progres KNPI Metro semakin menguat,” ujarnya.
Namun, harapan saja tidak cukup. Pemuda Kota Metro harus memastikan bahwa Musda ini benar-benar menjadi ajang demokrasi, bukan sekadar panggung bagi kelompok tertentu yang telah merancang jalannya Musda sejak awal.
“Kami akan berfokus pada pelaksanaan Musda tanggal 12 Februari 2025. Kami berharap Musda KNPI Metro akan mencerminkan semangat demokrasi pemuda dan tidak terjebak dalam skenario politik yang menguntungkan segelintir pihak,” tandasnya.(**red/**)









