indoparameter – Kota Metro, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Metro gelar Rapat Paripurna Dalam Rangka Laporan Pertanggungjawaban (LKPJ) Walikota Metro Tahun 2024, yang diselenggarakan Gedung Aula Setempat, Senin (14/04/2025).
Dalam Penyampaian pidatonya, Walikota Metro Bambang Iman Santoso menyampaikan, Pendanaan kegiatan ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Metro Tahun Anggaran 2024, yang meliputi berbagai urusan pemerintahan antara lain, urusan wajib pelayanan dasar, urusan wajib non pelayanan dasar, urusan pilihan, dan urusan penunjang, Keseluruhannya dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Ada Beberapa perkembangan indikator makro pembangunan Kota Metro tahun 2024 yaitu:
1. Pertumbuhan ekonomi Kota Metro pada tahun 2024 tercatat sebesar 4,88 persen, mengalami peningkatan tipis dibandingkan tahun 2023 yang sebesar 4,86 persen. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Metro mencapai Rp 8,48 triliun, dengan sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial mencatatkan pertumbuhan tertinggi.
2. Pendapatan Perkapita sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Kota Metro yang terus mengalami kenaikan sebesar 8,67 persen dari tahun 2023, hal ini menunjukkan adanya peningkatan daya dan kesehatan masyarakat Kota Metro.
3. Tingkat Pengangguran Terbuka di Kota Metro mengalami penurunan dari tahun 2020 sebesar 5,40 persen hingga tahun 2023 menjadi 3,60 persen. Namun demikian, pada tahun 2024 tercatat sedikit peningkatan menjadi 3,71 persen. Hal ini mengindikasikan bahwa upaya penciptaan lapangan kerja tetap menjadi prioritas utama di Kota Metro, Provinsi Lampung, dan secara nasional.
4. Rasio Gini Pada tahun 2024, tingkat ketimpangan pendapatan penduduk Kota Metro tercatat sebesar 0,277. Angka tersebut menunjukkan perbaikan jika dibandingkan dengan tahun 2023 yang sebesar 0,289. Hal ini mengindikasikan bahwa distribusi pendapatan masyarakat Kota Metro semakin merata.
5. Pengendalian Inflasi pada akhir tahun 2024, tingkat inflasi tahunan (Year on Year) Kota Metro tercatat sebesar 1,51 persen. Angka ini menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan dengan tingkat inflasi tahun 2023 yang mencapai 3,05 persen, serta berada di bawah rata-rata inflasi Provinsi dan Nasional, yang masing-masing sebesar 1,57 persen.

Walikota juga mengungkapkan kinerja pendapatan Daerah pada tahun anggaran 2024 telah terealisasi sejumlah Rp1,040 triliun lebih, atau 99,28 persen dari target sebesar Rp1,047 triliun.
“Di sisi Belanja Daerah, anggaran yang dialokasikan adalah sebesar Rp1,080 triliun, dengan realisasi sebesar Rp1,046 triliun atau 96,89 persen. Terdapat efisiensi anggaran sebesar 3,10 persen, yang mengindikasikan pengelolaan keuangan daerah telah dilaksanakan secara cukup efisien dan tepat sasaran,” ujar Bambang.
Di akhir pidatonya, Walikota Metro menegaskan, komitmen Pemerintah Kota Metro untuk memelihara kesinambungan serta memperkuat program-program unggulan seperti dibidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, infrastruktur, pengembangan UMKM. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Metro Tahun 2025–2029, yang diselaraskan dengan visi dan misi kepemimpinan yang baru. Visi lima tahun ke depan berlandaskan pada semangat Visi Metro Kota Cerdas Berbasis Jasa dan Budaya yang Religius.
“Keberlanjutan pembangunan akan terus diupayakan, agar Kota Metro terus berkembang secara progresif,” Ungkap Bambang. (***)









