INDOPARAMETER.COM — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Ketua DPRD Provinsi Lampung Ahmad Giri Akbar menemui Ketua MPR RI Ahmad Muzani dan Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro di Jakarta pada Rabu (3/9/2025).
Pertemuan itu menjadi momentum penting untuk menyalurkan aspirasi rakyat Lampung yang mengemuka lewat aksi damai beberapa waktu lalu
Gubernur Mirza menegaskan bahwa kehadirannya bukan sekadar menyampaikan laporan melainkan memastikan suara rakyat benar benar sampai ke pusat kekuasaan Ia menilai setiap tuntutan masyarakat merupakan refleksi dari keinginan perubahan yang perlu dijawab dengan kebijakan nyata
“Suara rakyat bukan sekadar tuntutan melainkan arah pembangunan yang harus diwujudkan dengan tindakan nyata Semua suara rakyat itu adalah amanah untuk diwujudkan,” ujar Gubernur dalam keterangan resminya Kamis (4/9/2025).
Menurut Mirza seluruh aspirasi yang disampaikan merupakan hasil dialog dan tuntutan dari aksi damai yang sebelumnya digelar oleh mahasiswa dan elemen masyarakat di depan Gedung DPRD Provinsi Lampung. Aksi itu berjalan dengan tertib dan tanpa kekerasan menjadi bukti kedewasaan publik dalam menyuarakan aspirasi politiknya
Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengapresiasi langkah Gubernur Lampung dan menyatakan bahwa MPR akan meneruskan aspirasi tersebut kepada pihak pihak terkait termasuk Presiden Prabowo Subianto. Ia berharap komunikasi semacam ini dapat memperkuat jembatan antara pemerintah daerah dan pusat
Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi Lampung Ahmad Giri Akbar menilai pertemuan ini sebagai bukti nyata kolaborasi antara eksekutif dan legislatif dalam memperjuangkan kepentingan rakyat. Giri menegaskan DPRD akan terus menjadi mitra kritis sekaligus konstruktif bagi pemerintah daerah
“Ketika rakyat bersuara maka pemerintah wajib mendengarkan dan mencari solusi bukan sekadar memberi janji Kami di DPRD berkomitmen mengawal setiap aspirasi hingga mendapat jawaban konkret dari pemerintah pusat,” kata Giri melalui pesan singkat Whatsapp, Kamis (4/9/2025).
Menurut Giri gerakan mahasiswa dan masyarakat Lampung merupakan bentuk cinta terhadap daerah, Mereka tidak menolak pemerintah melainkan mengingatkan agar jalannya pemerintahan tetap berpihak pada rakyat. Ia menilai langkah Gubernur Mirza menemui MPR adalah bentuk kepemimpinan yang terbuka dan berani menjemput aspirasi langsung ke pusat.
Pertemuan itu sekaligus menegaskan posisi Lampung sebagai daerah yang ingin aktif berkontribusi dalam arah kebijakan nasional terutama dalam isu keadilan, sosial, pendidikan dan reformasi agraria. Dari tuntutan yang disampaikan masyarakat terlihat jelas bahwa rakyat tidak menuntut fasilitas melainkan keadilan yang bisa dirasakan semua lapisan
Aksi damai di depan Gedung DPRD Provinsi Lampung sebelumnya berlangsung tertib dan kondusif, Gubernur Mirza didampingi Ketua DPRD, Pangdam XXI Radin Inten, Kapolda Lampung, Kajati Lampung serta seluruh unsur Forkopimda duduk bersama massa untuk mendengar langsung tuntutan mereka.
Di antara tuntutan strategis yang disampaikan antara lain desakan agar DPR segera mengesahkan RUU Perampasan Aset, penolakan kenaikan tunjangan dan gaji anggota DPR serta evaluasi terhadap menteri dan pejabat bermasalah. Massa juga meminta pembenahan di tubuh Polri serta reformasi agraria di Lampung termasuk pembebasan lahan Anak Tua
Langkah Gubernur Mirza dan Ketua DPRD Ahmad Giri Akbar menuju MPR dinilai sebagai cermin dari semangat kepemimpinan daerah yang responsif dan terbuka. Di tengah gelombang aspirasi rakyat Lampung keduanya memilih jalur dialog bukan konfrontasi memilih mendengarkan bukan mengabaikan dan memilih bekerja bukan berjanji.
(*)









