Bandar Lampung | Indoparameter.com – Provinsi Lampung mencatat prestasi sebagai daerah dengan tingkat inflasi tahunan (year-on-year) terendah di Indonesia, yakni 0,53 persen pada April 2026.
Capaian tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang diikuti Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Liza Derni, secara daring dari Ruang Command Center Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, Selasa (5/5/2026).
Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Tomsi Tohir meminta seluruh kepala daerah dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) tetap aktif memantau harga kebutuhan pokok di lapangan agar inflasi tetap terkendali.
“Kepala daerah dan TPID harus turun langsung ke lapangan untuk memastikan harga tetap stabil dan melakukan langkah pengendalian jika terjadi kenaikan,” tegas Tomsi.
Sementara itu, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menjelaskan, secara nasional inflasi April 2026 tercatat 2,42 persen (year-on-year), sedangkan Lampung menjadi provinsi dengan inflasi terendah sebesar 0,53 persen.
Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan keberhasilan Pemerintah Provinsi Lampung bersama TPID dalam menjaga kelancaran distribusi serta kestabilan pasokan bahan pangan.
Meski demikian, pemerintah daerah diminta tetap mewaspadai kenaikan harga sejumlah komoditas seperti minyak goreng, bawang merah, gula pasir, cabai merah, dan beras yang masih mengalami tekanan di berbagai daerah. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).
Adv









