INDOPARAMETER.COM – Anggota Komisi II DPRD Provinsi Lampung, Hanifal, menyatakan pihaknya akan ikut mengawasi pelaksanaan Program Koperasi Desa Merah Putih (KMP) yang digulirkan pemerintah pusat di daerah. Pengawasan tersebut dinilai penting untuk memastikan program penguatan ekonomi desa itu berjalan sesuai tujuan dan tidak menyimpang dalam pelaksanaannya.
“Komisi II DPRD Lampung ikut mengawasi penyelenggaraan Koperasi Desa Merah Putih,” kata Hanifal pada Selasa (20/1/2026).
Ia menjelaskan, dari sisi pembiayaan, pendirian Koperasi Desa Merah Putih sepenuhnya bersumber dari pemerintah pusat. Pemerintah desa, kata dia, hanya memiliki peran dalam menyiapkan lahan yang akan digunakan untuk pembangunan kantor koperasi.
“Penganggaran proses pendirian berasal dari pusat. Desa hanya menyiapkan lahannya,” ujarnya.
Hanifal juga menyinggung rencana pemanfaatan aset milik Pemerintah Provinsi Lampung di wilayah Kota Bandar Lampung sebagai lokasi kantor koperasi. Namun, menurut dia, distribusi aset milik pemerintah provinsi tidak merata di seluruh wilayah.
Ia menyebutkan, tidak semua kelurahan di Kota Bandar Lampung memiliki aset milik pemerintah provinsi yang dapat dimanfaatkan untuk program tersebut.
“Pemprov memang punya aset di Bandar Lampung, tapi dari 126 kelurahan yang ada, tidak semuanya memiliki aset milik provinsi,” kata dia.
Kondisi tersebut, lanjut Hanifal, perlu menjadi perhatian dalam perencanaan program Koperasi Desa Merah Putih agar tidak menimbulkan persoalan baru, terutama terkait ketersediaan lahan dan efektivitas pemanfaatan aset pemerintah.
Ia menekankan pentingnya koordinasi lintas pemerintahan mulai dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota, hingga pemerintah desa agar program tersebut dapat berjalan optimal.
Menurutnya, pengawalan bersama diperlukan agar program koperasi tersebut benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat desa.
“Program ini harus dikawal bersama supaya benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat desa, bukan sekadar pembangunan fisik,” ujarnya.
(***)









