INDOPARAMETER.COM – Way Kanan, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Baradatu, salah satu bagian penting dari Cabang Bandar Lampung, menggelar acara monumental dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-78 pada Sabtu (8/2/2025). Acara yang berlangsung meriah di Aula ILMAWA, Baradatu, Way Kanan, ini menghadirkan berbagai elemen masyarakat, tokoh penting, serta sejumlah organisasi mahasiswa. Lebih dari 50 tamu undangan turut hadir, menunjukkan dukungan besar terhadap perjalanan panjang HMI dalam membina kader-kader berkualitas dan berintegritas.

Kegiatan diawali dengan prosesi pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh Ketua HMI Komisariat Baradatu, Muhammad Nur Efendi. Pemotongan tumpeng ini bukan sekadar tradisi, melainkan simbol rasa syukur atas capaian organisasi selama 78 tahun. Selain itu, momen ini juga mencerminkan harapan besar terhadap HMI agar terus berkembang dan semakin solid di masa depan.
Usai prosesi tersebut, para peserta diajak menikmati tayangan trailer film Lafran Pane, pendiri HMI yang kisah perjuangannya menjadi sumber inspirasi. Penayangan trailer ini bertujuan untuk mengingatkan kembali nilai-nilai luhur yang ditanamkan oleh para pendiri organisasi, seperti semangat kebangsaan, solidaritas, dan tekad yang kuat dalam membangun bangsa yang berdaulat. Momen ini juga menjadi pengingat pentingnya mempertahankan visi dan misi HMI yang terus relevan dengan perkembangan zaman.
Puncak acara diisi dengan diskusi panel yang menghadirkan dua narasumber kompeten, yaitu Ibu Kusuma Anakori, SE., M.IP., yang menjabat sebagai Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Way Kanan, dan Bapak Hairul Pasya, S.T., Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Way Kanan. Diskusi ini dipandu oleh Yogi Wahyudi, S.H., seorang moderator yang handal, sehingga jalannya diskusi berlangsung lancar dan interaktif.

Ibu Kusuma memaparkan pentingnya komitmen untuk mendukung pertumbuhan HMI. “Kami siap memberikan dukungan, baik secara moral maupun material, agar HMI semakin besar dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Organisasi ini memiliki potensi besar untuk terus mencetak generasi muda yang unggul dan berdaya saing,” ungkap Kusuma.
Sementara itu, Bapak Hairul menyoroti manfaat berorganisasi di HMI sebagai bekal berharga bagi mahasiswa. “Di HMI, kita belajar banyak hal yang tidak diajarkan di ruang kuliah. Pengalaman berorganisasi ini membantu kita menjadi individu yang lebih tangguh, mandiri, dan mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan,” tutur Hairul. Kedua narasumber menekankan bahwa HMI tidak hanya relevan untuk kalangan mahasiswa, tetapi juga memiliki peran penting dalam membentuk pemimpin masa depan yang memiliki visi kebangsaan yang kuat.
Acara ini turut dimeriahkan oleh kehadiran sejumlah tokoh daerah dan perwakilan organisasi. Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Way Kanan, Drs. Ade Cahyadi, M.Si., hadir mewakili Bupati Way Kanan. Selain itu, tampak pula MD Kahmi Way Kanan, Wakil Rektor 3 ILMAWA, serta perwakilan dari Babinsa, Danramil, dan Camat Baradatu. Tak ketinggalan, organisasi mahasiswa lainnya seperti GMNI, PMII, DEMA, IPNU, dan IPPNU turut berpartisipasi, memperlihatkan kekompakan dan solidaritas antarorganisasi.
Hadirnya para tokoh dan organisasi ini menegaskan bahwa HMI Komisariat Baradatu memiliki hubungan yang baik dengan berbagai pihak. Kehadiran mereka juga menunjukkan bahwa eksistensi HMI tidak hanya penting di tingkat kampus, tetapi juga diakui dan dihormati di kalangan masyarakat luas.
Peringatan Dies Natalis ke-78 ini bukan hanya sekadar seremoni, tetapi juga menjadi ajang evaluasi dan refleksi. HMI Komisariat Baradatu memanfaatkan momen ini untuk meninjau kembali perjalanan organisasi selama hampir delapan dekade. Diskusi yang berlangsung memberikan banyak masukan berharga untuk menyusun langkah-langkah strategis ke depan. Salah satu poin utama yang menjadi fokus adalah bagaimana meningkatkan kualitas kaderisasi agar HMI tetap mampu melahirkan individu-individu yang siap menghadapi tantangan zaman.
Melalui refleksi ini, HMI Komisariat Baradatu juga merumuskan program-program baru yang lebih relevan. Di antaranya adalah meningkatkan kegiatan pengabdian masyarakat, memperluas jaringan kerja sama dengan lembaga-lembaga strategis, serta memperkuat peran organisasi dalam menangani isu-isu penting di tingkat lokal maupun nasional. Semua ini dilakukan dengan visi besar untuk mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045, di mana HMI berharap dapat berkontribusi dalam mencetak generasi emas yang kompeten dan berintegritas.
Penutupan acara ditandai dengan ungkapan harapan dan semangat baru dari Ketua HMI Komisariat Baradatu, Muhammad Nur Efendi. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya menjaga solidaritas dan semangat kebangsaan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi. “Selamat Milad HMI ke-78. Teruslah menjadi motor penggerak kedaulatan bangsa. Yakusa!” serunya dengan penuh optimisme.
Dengan dukungan dari berbagai pihak, semangat yang tinggi, dan komitmen yang kuat, HMI Komisariat Baradatu yakin dapat terus menjadi garda terdepan dalam melahirkan kader-kader berkualitas. Momentum Dies Natalis ini diharapkan menjadi pijakan baru yang membawa organisasi menuju era yang lebih gemilang. (red/)









