Bandar Lampung | Indoparameter.com – Provinsi Lampung kembali menunjukkan kekuatannya sebagai sentra industri singkong nasional. Sebanyak 3.330 ton tepung tapioka dengan nilai ekspor sekitar Rp26 miliar resmi diberangkatkan ke Tiongkok melalui Pelabuhan Regional 2 Panjang, Selasa (5/5/2026).
Ekspor perdana tersebut dilakukan oleh CV Central Intan dengan dukungan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) TMP B Bandar Lampung bersama Kantor Wilayah DJBC Sumatera Bagian Barat.
Pelepasan ekspor dihadiri Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Kapolda Lampung Irjen Pol. Helfi Assegaf, Plt. Deputi Bidang Karantina Tumbuhan Drama Panca Putra, jajaran Forkopimda, serta Pelindo Regional 2 Panjang.
Gubernur Mirza mengatakan ekspor ini menjadi bukti bahwa komoditas unggulan Lampung mampu bersaing di pasar internasional.
“Pemerintah Provinsi Lampung akan terus memberikan kemudahan bagi pelaku usaha agar ekspor semakin meningkat dan mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah,” ujarnya.
Lampung sendiri merupakan penghasil singkong terbesar di Indonesia dengan produksi mencapai 7,9 juta ton pada 2024 atau lebih dari 50 persen produksi nasional. Potensi tersebut menjadi modal utama dalam pengembangan industri hilirisasi berbasis singkong.
Sementara itu, Bea Cukai Lampung menegaskan akan terus memberikan pendampingan melalui Klinik Ekspor guna membantu pelaku usaha memperluas pasar internasional. Dukungan juga diberikan oleh Karantina Tumbuhan dan Pelindo untuk memastikan standar ekspor serta kelancaran distribusi barang ke negara tujuan.
Direktur CV Central Intan, Jeremy Gozal, mengapresiasi dukungan pemerintah dan seluruh instansi yang telah membantu proses ekspor perdana tersebut.
“Ini menjadi langkah strategis bagi kami untuk memperluas pasar global. Kami optimistis produk tapioka asal Lampung mampu bersaing di pasar internasional,” katanya.
Ekspor ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi komoditas unggulan Lampung lainnya untuk menembus pasar Asia maupun pasar dunia.








