Bandar Lampung | Indoparameter.com – Pemerintah Provinsi Lampung memastikan inflasi daerah tetap terkendali dengan terus memperkuat pengawasan harga dan distribusi bahan pangan.
Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan saat memimpin High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Ruang Sakai Sambayan, Selasa (12/5/2026).
Marindo mengatakan, meski inflasi Lampung menjadi salah satu yang terendah di Indonesia, pemerintah tidak boleh lengah. Menurutnya, keberhasilan pengendalian inflasi harus benar-benar dirasakan masyarakat melalui harga kebutuhan pokok yang stabil dan terjangkau.
“Pengendalian inflasi membutuhkan sinergi seluruh pemerintah daerah dan harus didukung data yang akurat sebagai dasar pengambilan kebijakan,” ujarnya.
Berdasarkan data BPS, inflasi Lampung pada April 2026 tercatat 0,53 persen (year on year) dan masih berada dalam kondisi terkendali. Namun, TPID tetap mewaspadai kenaikan harga sejumlah komoditas seperti cabai, bawang merah, minyak goreng, dan beras.
Sepanjang tahun 2026, Pemprov Lampung bersama TPID telah menggelar Gerakan Pangan Murah, operasi pasar, pengawasan distribusi pangan, serta mempercepat penyaluran beras SPHP dan pengadaan gabah petani melalui Bulog.
Sementara itu, Bank Indonesia Provinsi Lampung menilai inflasi pangan masih menjadi tantangan sehingga koordinasi antara pemerintah, Bulog, dan pelaku usaha perlu terus diperkuat untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung)








